rumahidaman




(The “deen” (religion) before Allah (accepted by Allah) is Islam.)
[Qur’an 3:19]

The word “deen” and the word Islam were mentioned many times in the Qur’an, they are considered the most important words in the life of all Muslims.

The guidance, success in this life and in the Hereafter depends on two things: Understanding the meaning of these two words (deen and Islam), and applying their meanings in our life.

Allah (swt) says;
(Today, I have completed your “deen”, and have completed my bliss upon you and accepted for you Islam as a “deen”.)
[Qur’an 5:3]
And He (swt) also says:
Whosoever seeks, other than Islam, a deen, it will not be accepted from him and he, in the Hereafter, is among the losers.)
[Qur’an 3:85]



THE CONCEPT OF ISLAM
Islam in the Arabic language and in the Holy Qur’an means total submission and obedience.
However, the original meaning of "Islam" in the Arabic language is the acceptance of a view or a condition which was not previously accepted.

In the language of the Holy Qur'an, Islam means the readiness of a person to take orders from God and to follow them. "Muslim" is a word taken from the word Islam. It applies to the person who is ready to take orders from God and follow him.

Allah (swt) says;
(Abraham was not a Jew nor a Christian, but he was an upright (man), a Muslim; and he was not one of the Polytheists.)
[Qur’an 3:67]

The message which was revealed to Prophet Mohammad (pbuh) is called Islam, and to profess the belief in his message is also Islam. Muslim, also, has come to mean the person who follows the message of Mohammad (pbuh) and believes in its truthfulness.

Allah (swt) says;
(Do they seek a deen other than the deen of Allah and to him all what is in the skies and in the earth have submitted willingly or forcefully and to Him they shall return.)
[Qur’an 3:83]

The word “Islam” was used in the Qur’an as a symbol for the word “deen” that was revealed by Prophet Muhammad (pbuh).

Prophet Muhammad (pbuh) stated that his teachings contain the teachings of all the previous prophets and all the Divine commandments. When a person professes the belief in the truthfulness of Prophet Muhammad and pledges to follow his message, he, in fact, will be stating his readiness to obey the orders of God unconditionally.

“Deen al Tawheed” (The belief in the Oneness of God)

Islam, sometimes, is called the “deen al tawheed”: religion of One God, because its main theme is the unity of God. The doctrine of One God is the most emphasized and repeated principle in the Holy Qur'an.

“Deen al Fitrah” (The religion of the nature)

Also, Islam could be called “deen al fitrah" which means the religion of the nature or the religion which is in accordance with human nature, because its teachings are acceptable to the human mind when it is freed from illogical thinking and superstition.

Prophet Muhammad (pbuh) said:
“Every human being is born in a state of pure nature; but through the influence of his parents, he may become non-Muslim"



CONCLUSION

Islam is a divine system, with it Allah (swt) sealed all other “deens” and religions, and he made it a comprehensive system that deals with all aspects of human life (Belief, intellectual, moral and practical).

This system is based on total submission to Allah (swt) alone, purifying worship to him only, and following the traditions (sunnah) of Prophet Muhammad (pbuh).


<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31






[blog lain]

Rumah Idaman
Rumah Fiksi
Rumah Puisi
IMB -Muslimblog
Gelari Foto - PKS


blog tetangga .......

Proudly to be Indonesian

[JABOTABEK]
.Aan. .AbhiCom. .Abdul Azis. .Abinummi. .Abu Iffah. .Abu Rasyidin. .Adhika. .Adi Gia. .Agi Subagio. .Agung Rohmat. .Agung Yuniardi. .Ahmad Suwandi. .Aisyah. .Akhdian. .Andips. .Annisa. .Aresto. .Ariyanti. .Arul Khana. .Attin Utoro. .Bayu G. .Bunda Mentari. .Danang P. .Dany. .Debby. .Deddy. .Desi. .Dekretno. .DH Devita. .Dino. .Durre. .Edi Pur. .Elah Alifia. .Emil. .Erwin. .Eva. .Fathy. .Febi Robianti. .Feli. .Firman. .Fitri. .FKM-C. .Gina. .Gita Asmarani. .Gusprie. .Hanny. .Hanum. .Hasan. .Hari Nugroho. .Hendra. .Hendri. .Herman. .Husein. .Husnul. .Ietja. .Ihsan Muhadjirin. .Iko. .Ilalangliar. .Ima. .Imas. .Inong. .Ira Naulita. .Irma. .Iswanti. .Jonru. .Khalily. .Koko. .Kosi. .Lies. .Lili. .Linda. .Linda Satari. .Lusiawati. .Lucky. .Made. .Malik. .Maris. .Mataharitimoer. .Merah Senjakala. .Mimin. .Muhandis. .Muji. .Mustoyo. .Nina. .Nining. .Nofriza. .Novidzulfikri. .Nur S. .Nuri. .Ozzan. .Olieds. .Pipiet Senja. .Pray. .Putri. .Rahma. .Rahman. .Renha. .Rina. .Selo Widono. .Septina. .Sohibi. .Supriyatna. .Sya. .Syamsudin. .Tary. .Tia Bintari. .Tisha. .Tiza. .Tomy. .Tuti. .tYo. .Umi. .Ummu Aqobah. .Vavai. .Vera. .Verry. .Vita. .Vita Novianti. .Wahyu Annisha. .Wawan. .Winnie. .Yannie. .Yayan. .Yentri. .Yrenn. .Yusi. .Zein.
[JAWA BARAT]
.Aaisyah. .Adionggo. .A Hadiana. .Arvendap. .Asti. .Aty. .Bara Syuhada. .Chandra. .Cold. .Devi. .Dina. .Gitafh. .Hani. .Ian. .Imay. .Irvan. .Kusnandar. .Mpit. .Nie Troozz. .Nimas P. .Nursofia. .Nukla. .Rela. .Rita. .Roel. .Ruanee. .Ryu Tri. .San2net. .Shinta. .Ucupst. .Wisya. .Yanti. .Yosi. .Yoyo. .Zaki.
[YOGYAKARTA]
.Ahlul. .Ahmad. .Amma. .Anto. .Arifiani. .ARS. .Budi. .Danang. .Diah. .Eloque. .Frenky. .Jaka Susila. .Munajat. .Puji Astuti. .Resi. .Rhomayda. .Ronny H. .Ryan. .Yudi. .Yulie. .Zenit.
[JAWA TENGAH]
.Adi Toha. .Andres. .Areev. .Bhowo. .Doddy. .Imponk. .Ipunk. .Kaze. .Mas Qowi. .Muyasa. .Ombolot. .Penaku. .Sandi. .Sendy. .Sugeng. .Tyo. .Win.
[JAWA TIMUR]
.Achedy. .Agus. .Anny. .Anshori Rizal. .Aris. .Bunda Shafiya. .CT. .Foens. .Heru. .Ida. .Ipul. .Jainudin. .Kusaeni. .Lintang. .Nike Trisdiana. .Rifqa. .Surya.
[BALI & NTB]
.Elka. .Hani.
[SUMATERA]
.Airin. .Ali Asnawi. .Arbi. .deRegen. .Dolla Indera. .Edi Sutoyo. .Evy. .Ismie. .Kaiyo. .Kasmawaty. .Rini A. .Suci.
[KALIMANTAN]
.M Azhar. .Henri. .Riza Nopinilianti.
[SULAWESI]
.Ardin. .Sugi. .Ucha. .Uga.

blog jiran.......
[AUSTRALIA]
.Dini. .Guruh. .Nadia. .Zul.
[AMERIKA]
.Aria.
[BELANDA]
.Dessy.
[INDIA]
.Ikhsan. .Lisa.
[JERMAN]
.Aksara Kauniyah. .Ali Irawan. .Ari. .Emil. .Ririn. .Tira. .Zubia's Mom.
[JEPANG]
.Ami. .Andian. .Ardhia. .Arida. .Ayu Purwa. .Djito. .Elsa Elmira. .Ika Zakiyyah. .Ivan. .Mama Yomori. .Maruf. .Maya. .Rieska. .Sayyidah. .Safarindiyah. .Titin. .Ummuthoriq.
[MALAYSIA]
Arryssa - Alaieffa- Amiza Khusyri- Ayah Abdullatip - Ghafirah Idris - IceCream - Kak Sri Diah - Katarsis - Mamat - Mely - Nimoiz T.Y - Nisah Haron - Salina Ibrahim - Saleha Ahmad - Zuril - Zahrah Nawawi - .Imay.
[PAKISTAN]
.Titi.
[SINGAPURA]
.Unisa. .Yudith F.
[BOSNIA]
.Retno.
[MESIR]
.Wasugi.


referensi .......

Eramuslim - Cerpen Indonesia - Forum Lingkar Pena - Journalism - Kamus Bahasa - Masjid Istiqlal- Site Score - Urang Sunda - World Fiction - Alquran dan Hadits - Indeks Alquran-



Indonesian Muslim Blogger





If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
rss feed


Rumah untuk semua .......

Wednesday, June 07, 2006
duka untuk korban duka

Gempa Jogja dan Jateng

Doa untuk semua korban gempa di Jogja dan Jawa Tengah. Doa dari seorang teman, sahabat, saudara, ibu-bapak, anak-anak, dan handai taulan nun berada jauh dari reruntuhan. Doa yang kadang pula diiringi oleh uraian air mata ....

Doa dari hati kami yang tulus


Diposting oleh Rumah Idaman pada 09:57 am
Silahkan isi buku tamunya Comments (1)|

Tuesday, April 11, 2006
Berita Memalukan....

Sana`a-RoL-- Sejumlah media dan situs Arab, Sabtu (8/4) dengan nada agak terasa sinis melaporkan tentang penerbitan majalah Playboy yang tersohor di manca negara sebagai majalan porno.

"Negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia mulai edarkan majalah Playboy disi Indonesia, sebuah majalah porno yang berasal dari AS," tulis harian Al-Rayah, Qatar dengan judul bombastis  "Negeri Muslim terbesar dunia terbitkan majalah playboy".

Sementara itu, situs harian Al-Watan, Arab Saudi dalam berita berjudul "Banyak protes atas penerbitan Playboy Indonesia" melaporkan bahwa majalah porno asal AS diterbitkan dalam edisi Indonesia dan mulai beredar Jum`at (7/4) di negara pemeluk agama Islam terbesar di dunia.

"Dikhawatirkan majalah porno tersebut akan berkembang seperti di negara asalnya meskipun pada edisi pertama Indonesia tidak ada gambar telanjang. Kekhawatiran sebagian masyarakat terutama para pemuka Muslim sengat beralasan," lapornya.

Sementara harian Al-Ra`yu (opini) Yordania yang melaporkan peredaran majalah dalam beritanya berjudul "Edisi pertama playboy Indonesia undang protes keras",  lengkap dengan gambar majalah dan pengecernya di salah satu sudut pinggir jalan di Jakarta.

"Edisi pertama memang tidak ada gambar porno, tapi semua pihak mengerti bila majalah ini adalah majalah porno. Sengaja edisi pertama tidak ada gambar porno sebagai langkah cerdik dari penerbitanya," lapor Al-Ra`yu mengutip kantor berita Reuter.

"Terus terang kami malu sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, penerbitan majalan playboy ini menyebar ke seantero jagat terutama di dunia Arab dan Islam lainnya," kata Dr.Abu Haekal Luthfi, MA.

Menurut pengamat Sospol dan Timur Tengah itu, bila masyarakat tidak mau menimbangnya dengan pendekatan norma agama, seharusnya menimbangnya dengan pendekatan logis berangkat dari azas manfaat dan dampak negatif majalah tersebut.

"Kita jangan melihat dampak jangka pendek. Perubahan itu seperti jarum jam bila dipandang sepertinya tidak gergerak atau lama sekali bergeraknya. Tapi kalau diabaikan maka terasa putaran jarum jam itu sangat cepat. Begitu pula dengan dampak majalah itu akan terasa setelah bangsa ini tiba-tiba moralnya hancur," tegasnya.

"Secara peribadi sebagai warga Muslim Indonesia malu mendengar pemberitaan ini. Apapun isinya untuk edisi sekarang ini, mendengar nama playboy saja kita malu," papar  Fachruddin Jamal, Lc seorang tokoh mahasiswa Indonesia di Yaman. [antara/abi]

Sumber : Republika.co.id

Diposting oleh Rumah Idaman pada 12:29 pm
Silahkan isi buku tamunya Comments (2)|

Wednesday, March 29, 2006
Agama Boleh Jadi Dasar Pemikiran Produk Undang-Undang

Hilman Rosyad Syihab, Anggota Pansus RUU APP
Agama Boleh Jadi Dasar Pemikiran Produk Undang-Undang

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat meminta FPKS konsisten memperjuangkan RUU Antipornografi dan Pornoaksi (APP) agar disahkan DPR. Rencananya, MUI bersama sejumlah ormas-ormas Islam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran mendukung RUU APP.

"Kami mendukung perjuangan FPKS agar RUU APP segera disahkan DPR," ujar Muhammad Al-Khathat, mewakili MUI yang hadir bersama sejumlah ormas Islam, di kantor FPKS DPR, Rabu (22/3).

MUI yang hadir bersama sejumlah delegasi ormas antara lain; PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah), GPMI (Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI),  Persatuan Umat Islam (PUI), Pemuda PUI, Al Washliyah Islamiyah, Pelajar Islam Indonesia (PII), Al Irsyad, Yayasan Al Jannah, Yayasan Nurani Insan Kamil, dan Tenabang Ruqyah Centre, serta Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA).

Para delegasi tersebut juga meminta kesertaan masa PKS dalam aksi unjuk rasa yang akan digelar hari Minggu pekan ini. Hilman Rosyad, anggota Pansus RUU APP asal  FPKS mendukung rencana tersebut. Namun menyarankan agar berkoordinasi langsung dengan DPP PKS. "Hal itu bisa berkoordinasi langsung ke DPP PKS," saran Hilman. 

Selain itu, Hilman juga mengimbau agar delegasi yang hadir dapat beraudiensi dengan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Meneg PP). Dia menjelaskan, DPR saat ini tengah menyiapkan draft akhir untuk diserahkan kepada pemerintah. Setelah itu diharapkan Presiden mengutus menterinya, kemungkinan Meneg PP, untuk menjadi mitra dalam pembahasan.

"Perlu juga ada diskusi dengan Meneg PP. Ini penting. Meneg PP lah yang akan membuat DIM agar dibahas dengan Pansus. Bila sudah ada kesepakatan DPR dan pemerintah akan dibawa ke paripurna untuk disahkan," jelas Hilman.

Sehubungan dengan itu pula, Hilman berharap, para delegasi juga melakukan kunjungan ke fraksi-fraksi yang menolak RUU.  Bahkan, dia menyarankan bisa dibuat rencana kunjungan ke tokoh atau ketua umum partai yang fraksinya di DPR menolak RUU APP..

Hilman menepis isu  keterlibatan tim ahli dari Amerika untuk memberi masukan dalam draft RUU APP. Menurutnya sejauh ini pembahasan RUU APP murni hanya dibahas oleh DPR. "Tidak ada orang Amerika yang kita undang dalam pembahasan," tepis Hilman.

Disinggung soal komitmen FPKS terhadap syariat Islam, Hilman berujar, dirinya pernah diwawancarai dalam sebuah acara yang diadakan sebuah media elektronik. Katanya,"Mereka bertanya apakah RUU ini pintu masuk untuk menerapkan syariat Islam. Saya jawab apa salahnya dengan syariat Islam, saya sangat bangga dengan itu. Bahkan UU Nomor 10/2004 mengatakan agama boleh dijadikan dasar pemikiran sebuah produk perundang-undangan."(mca)

di ambil dari situs pk-sejahtera.org


Diposting oleh Rumah Idaman pada 12:02 pm
Silahkan isi buku tamunya Comments (6)|

Thursday, February 23, 2006
Dukung Pemberlakuan UU Anti Pornografi dan Porno Aksi

JAKARTA—Dewan Syariah Pusat (DSP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung segera diberlakukannya Undang-Undang Anti Pornografi dan Porno Aksi (APP) untuk menyelematkan generasi sekarang dan mendatang dari kerusakan moral. Dukungan DSP PKS ini disampaikan langsung oleh Ketua DSP PKS KH. DR. Surahman Hidayat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus RUU APP, Rabu (22/2) di ruang Komisi VIII DPR RI, Jakarta.

Surahman menyatakan, publik bisa berbeda pendapat tentang apa itu pornografi dan porno aksi. Begitu pula perlu tidaknya sebuah aturan formal setingkat UU, yang memberikan definisi dan limitasi sebagai koridor hukum. Namun,  bagaimanapun pihak-pihak itu masih bisa bersepakat bahwa:

Pertama, pornografi dan porno aksi merupakan penyimpangan dalam mempertunjukkan sisi-sisi keindahan tubuh manusia sebagai karunia Tuhan dengan melanggar norma agama sebagai aturan Tuhan, dan mengikis budaya santun, serta malu yang merupakan watak budaya ketimuran.

Kedua, penyimpangan seperti itu tidak selayaknya dibiarkan karena sikap itu sama saja dengan menjerumuskan masyarakat ke dalam kubangan kebebasan yang kebablasan dan membiarkannya terjerumus lebih dalam lagi kepada pola hidup serba boleh.

Ketiga, penyakit pornografi dan porno aksi yang ada di masyarakat telah mencapai stadium  yang mengerikan. Dan keempat, jika ada sesuatu yang masih harus dipertahankan dan dibanggakan bahwa orang Indonesia adalah manusia yang beriman kepada Tuhan dan beragama.

"Atas dasar alasan-alasan tersebut DSP PKS mendukung diberlakukannya segera UU pornografi dan porno aksi," kata Surahman.

Namun DSP PKS mengusulkan agar pembentukan Badan Anti Pornografi dan Porno Aksi (BAPP) tidak hanya sebatas pada  tingkat ibu kota negara atau nasional saja, tetapi sampai ke tingkat ibu kota provinsi dan kabupaten. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencegahan dan penanggulangan masalah pornografi dan porno aksi.

DSP PKS memandang, jika hanya ada di tingkat nasional dan hanya dengan 11 orang anggota sebagaimana tertulis dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti Pornografi dan Porno Aksi, BAPP akan kesulitan menangani persoalan pornografi dan porno aksi yang terjadi di daerah-daerah.

"Tidak mungkin BAPP dapat menangani persoalan-persoalan yang ada di daerah, karena anggotanya terbatas, sementara daerah yang harus ditangani begitu luas,"  imbuhnya.

Sementara itu terkait dengan Pasal 36 ayat 1 point A mengenai cara berbusana dan/tingkah laku yang menjadi kebiasaan menurut adat istiadat dan/atau budaya kesukuan, DSP PKS mengusulkan agar ditambahi kata sepanjang dibenarkan oleh ajaran agama dan/atau kepercayaan. "Ini sekaligus untuk memperkuat pelaksaaan pasal UUD 1945 tentang kehidupan beragama," jelas Surahman Hidayat.

Sumber: Fraksi-PKS Online


Diposting oleh Rumah Idaman pada 09:49 am
Silahkan isi buku tamunya Comments (1)|

Monday, February 13, 2006
Pertahankan Kemuliaan Rasul Saw

Apapun masalahnya dan bagaimanapun maunya, jangan pernah mundur selangkahpun. Dan kadang kita, umat Islam, harus bersikap tegas jika tidak  ingin diinjak lebih jauh.

Sekarang yang dihina adalah Rasul Saw. Kalau kita diam dan bungkam, bisa jadi besok akan lebih lagi.

PERTAHANKAN KEMULIAAN

 RASUL MUHAMMAD SAW !

 


Diposting oleh Rumah Idaman pada 01:17 pm
Silahkan isi buku tamunya Comments (1)|

Sunday, December 25, 2005
Natal?

25 Desember dan 'Hari Raya' Dakwah Umat Islam

Tiap kali 25 Desember tiba, ummat Islam terbagi-bagi dalam menyikapinya. Ada yang mengucapkan selamat Natal (bahkan ikut dalam perayaan Natal bersama), dengan alasan toleransi beragama, kerukunan hidup beragama, atau imbal balik atas ucapan selamat Idul Fitri. Ada pula yang tegas menolak dan tak mau mengucapkan selamat Natal, dengan alasan bahwa perayaan Natal terkait dengan prinsip akidah, dan bahwa MUI jelas-jelas sudah mengeluarkan fatwanya tentang haramnya mengikuti perayaan Natal bersama (fatwa tahun 1981) (1). Banyak pula yang merasa kikuk: Kalau tak mengucapkan selamat Natal, merasa "tak enak dengan tetangga".

Lebih dari duapuluh tahun sejak MUI mengeluarkan fatwa haramnya bagi ummat Islam untuk mengikuti perayaan Natal bersama; hari ini di tahun 2003, kita masih saja terus bergulat dengan definisi “toleransi beragama”. Masih saja ada media massa yang mempromosikan opini, bahwa toleransi beragama tidak mengenal batas dan dapat dicampur adukkan dengan toleransi akidah: mengikuti perayaan Natal bersama, adalah bagian wajar dari upaya untuk menyuburkan keharmonisan hubungan antar ummat beragama (2). Sedangkan ulama’pun sudah menyatakan bahwa, -jangankan menghadiri perayaan Natal-mengucapkan selamat Natalpun haram hukumnya (3).

Haram mengucapkan selamat Natal? Ah, tidakkah ini berlebihan? Mengapa hanya sekedar turut menyampaikan rasa gembira –sebagai wujud dari rasa hormat dan cinta- kepada saudara-saudara ummat Kristen yang tengah bersuka cita merayakan kelahiran Yesus saja dilarang? Kalau begini caranya, alangkah gersangnya hidup kebersamaan bertetangga. Alangkah tak adilnya, ketika mereka dengan tulus mengucapkan selamat lebaran, kita diam saja menolak untuk membagi salam Natal....

Sesungguhnya, ketika kita mengucapkan selamat Natal teriring senyuman, tuluskah hati kita berpartisipasi dalam kesuka citaan handai taulan kita ummat Kristen menyambut Natal? Di satu pihak, kita meyakini bahwa Isa AS hanyalah seorang Nabi dan bukan Tuhan (QS 4:171; QS 19:30; QS 43:59), bahwa kita dilarang menyembahnya (QS 5:116), bahwa Isa AS tidak mati disalib (QS 4:157), dan bahwa kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwa Isa AS itu Tuhan (QS 5:73). Dengan demikian, seberapa jujur, tulus, dan gembira kita mengucap selamat Natal kepada saudara-saudara ummat Kristen, ketika kita tahu bahwa Alloh SWT menjanjikan siksaan pedih bagi mereka yang memuja Trinitas? “Selamat Natal saudara-saudaraku, selamat jalan ke neraka,” begitukah kita hendak menyalami saudara-saudara kita yang belum paham dengan kekeliruannya?

Adalah rasa sayang kita yang tulus, rasa cinta kita yang ikhlas jualah, yang seharusnya menyingkirkan segenap kegamangan sikap kita. Diam mulut kita yang tak mau mengucapkan salam Natal, penolakan kita untuk mengikuti perayaan Natal bersama, adalah wujud kasih sayang kita yang sejati sebagai ummat Islam terhadap saudara-saudara kita ummat Kristen agar tidak terus menerus mabuk dalam ilusi tentang “Tuhan Yesus”.

25 Desember, adalah momentum bagi ummat Islam menyapa kaum kerabat
Kristen, dan berusaha menyadarkan, bahwa Yesus tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Kepercayaan Natal 25 Desember –sebagaimana halnya dengan dogma Trinitas- merupakan hasil sinkretisme dari ajaran Paulus dengan berbagai kepercayaan kuno, antara lain Mithraisme (4). Yesus bukanlah Tuhan. Bahwa kepercayaan Trinitas merupakan hasil evolusi panjang dari pergumulan -dan bahkan pertentangan- yang keras dan kotor
di kalangan pendeta dan pengikut Kristen awal (al. perseteruan antara Arius yang pro monotheisme versus Athanasius yang pro Trinitas), dan bukan berasal dari ajaran Yesus sendiri (5,6). Perdebatan tentang siapakah Yesus itu: Tuhan atau manusia, bahkan tidak selesai sampai sekarang. Upaya-upaya para sarjana Kristen untuk menemukan Yesus historis membentur kenyataan, bahwa hanya 16-18% dari Bibel –satu-satunya sumber sejarah bagi mereka tentang Yesus- yang dapat dianggap berasal dari Yesus (baik ucapan mau pun perbuatan) (7).


Bahwa pendiri agama Kristen sesungguhnya bukanlah Yesus, tetapi seseorang bernama Paulus dari Tarsus: Paulus yang semula merupakan
musuh hebat dari para pengikut Yesus, tapi kemudian berbalik sepenuhnya menjadi “pengikut setia” Yesus, yang kemudian menyebarkan ajaran atas nama Yesus, sekalipun tidak pernah bertemu dengan Yesus, dan tidak pernah menjadi muridnya (8, 9, 10). Paulus inilah yang memutar balik ajaran Yesus dan murid-muridnya, dari sebuah ajaran yang asal muasalnya terbatas hanya untuk kalangan Yahudi menjadi ajaran untuk orang-orang non Yahudi (Gentile) (11). Yesus datang untuk meneguhkan pelaksanaan hukum-hukum Taurat (Matius 5:17), sedangkan Paulus merubahnya (8). Para pengikut Yesus yang sejati, yang dipimpin oleh Yakobus saudara Yesus, masih mempertahankan hukum-hukum Taurat seperti bersunat, menghindar dari makanan-makanan haram tertentu, dan berqurban, sementara  Paulus menghapusnya agar adaptif bagi cita rasa pemeluk Kristen dari kalangan non Yahudi/ Romawi (8, 10). Pauluslah juga yang merubah citra Yesus yang semula adalah manusia biasa dari Nazareth, seorang Nabi, menjadi Tuhan Romawi (11). Itu sebabnya terjadi pertentangan keras antara pengikut Yesus yang asli (Gereja Jerusalem/ Gereja Sunat) dengan Paulus (Gereja Gentile) yang antara lain tercermin dalam satu-satunya surat Yakobus di dalam kitab Perjanjian Baru (5, 8, 9, 10). Paulus dianggap sebagai penghianat dan murtad (9, 10).

Sayangnya, ajaran pengikut Yesus yang asli lama-kelamaan hilang dari panggung sejarah, sementara ajaran distortif Kristen versi Paulus yang dipengaruhi tradisi Hellenistik-Yunani-Romawi justru berkembang pesat, bahkan menjadi agama resmi negara Romawi dan seluruh wilayah jajahannya sejak era Kaisar Konstantin (9). Yang menarik, sisa-sisa pengikut Arianisme (merujuk pada Arius, seorang pemimpin gereja abad 4 M, yang menentang pendapat tentang ketuhanan Yesus, dan dengan demikian agak lebih dekat kepada ajaran Tauhid) seperti gereja Unitarian, masih bertahan hingga sekarang, meskipun harus melalui berbagai persekusi gereja Kristen. Keberadaan minoritas pengikut Arianisme di dalam tubuh ummat Kristen ini menunjukkan bukti akan sisa-sisa ajaran Yesus yang asli (10, 12).

Tidakkah kita berkewajiban mengungkap semua fakta itu kepada kaum
kerabat kita ummat Kristen? 25 Desember adalah saat yang tepat untuk “merayakan hari dakwah” dengan membagi-bagikan informasi tentang Yesus historis, seorang Nabi yang sesungguhnya membawa ajaran Islam; dalam bentuk seminar-seminar, menulis opini di media massa, menyebar pamflet, atau sekedar mengobrol santai. Barangkali aksi-aksi seperti ini lebih jujur daripada basa-basi akrab semu salam-salaman Natal atas nama kerukunan dan toleransi beragama, tetapi hakekatnya menutup-nutupi kebenaran, dan membiarkan saudara-saudara Kristen yang kita cintai terus bergelimang di dalam kekeliruan akidah dan sejarah.


Wallahu a’lam bish shawwab.

Maraji':
1. Fatwa MUI: Perayaan Natal Bersama
http://www.mui.or.id/b3_28.htm;
2. Kompas, "Belajar dari Ngepeh dan Mojowangi", Sabtu, 29 November 2003
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0311/29/UTAMA/709932.htm;
3. Dalil Dilarangnya Mengucap Selamat Natal
http://www.syariahonline.com/konsultasi/?act=view&id=4136;
4. Saul of Tarsus, Mithraic Cults, and Christ’s Blood
http://www.sullivan-county.com/news/pmithra/;
5. Dr C Groenen OFM, “Sejarah Dogma Kristologi”, Yayasan Kanisius, 1988.
6. Dr Hudoyo Hupudiyo, MPH, “Sejarah Trinitas”
http://sp-www.ip.titech.ac.jp/~dany/islam/trinitas.html;
7. The Jesus Seminar
http://www.westarinstitute.org/Jesus_Seminar/jesus_seminar.html;
8. Paul the Apostle and Salvation thru Faith (12 Heresies of
Christianity)
http://www.sullivan-county.com/news/paul/paul2.htm;
9. Steve Mizrach, “The Dead Sea Scrolls Controversy”
http://www.dreamscape.com/morgana/carme.htm;
10. Bilal Cleland, “Islam and Unitarians – The Quest for Truth and
Justice (Part 1), “Salam” Mei-Juni 2003 11. Marvin Perry, “Western
Civilization, Ideas, Politics, and Society”, 2nd ed., Houghton Mifflin
Company, hal. 150-167
http://www.sullivan-county.com/news/mine/jesus.htm;
12. Rev. Roderick M. Brown, “Celebrating Our Christian Heritage”
http://www.unitarianscalgary.org/html/sermon_7.html;

sumber: eramuslim.com


Diposting oleh Rumah Idaman pada 04:42 pm
Silahkan isi buku tamunya Comments (4)|

Tuesday, July 26, 2005
Ilmu Allah Swt.

Ilmu Allah Swt.

Dengan ilmu Allah SWT tersebut, kemudian Dia mengajar manusia terhadap apa-apa yang tidak diketahui menjadi diketahuinya. Ada ilmu Allah SWT yang diturunkan secara resmi kepada Rasul-Nya dan ini kemudian menjadi pedoman hidup (minhajul hayah). Ada ilmu Allah SWT yang diturunkansecara tidak resmi dan ini menjadi sarana hidup (wasailul hayah). Kedua ilmu tersebut sangat bermanfaat untuk memeproleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Islam mendorong kaumnya untuk menguasai ilmu dunia dan ilmu akhirat. "Barangsiapa menginginkan dunia maka ada ilmunya. Barangsiapa menginginkan akhirat maka ada ilmunya. Barangsiapa menginginkan keduanya, maka diperlukan ilmu keduanya." (Al Hadits).

Dalam asmaul husna Allah SWT disebut sebagai Al 'Alim (Yang Mahamengetahui). Bahwasanya ilmu Allah SWT tidak terbatas. Dia mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi, yang dahulu, sekarang ataupun besok, baik yang ghaib maupun yang nyata. "Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi." (Al Hajj:70). "Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia. Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Mahapemurah lagi Mahapenyayang." (Al Hasyr: 22).

Tak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah SWT. Sebutir biji di dalam gelap gulita bumi yang berlapis tetap diketahui Allah SWT. "Di sisi-Nya segala anak kunci yang ghaib, tiadalah yang mengetahui kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa-apa yang ada di daratan dan di lautan. Tiada gugur sehelai daun kayu pun, melainkan Dia mengetahuinya, dan tiada sebuah biji dalam gelap gulita bumi dan tiada pula benda yang basah dan yang kering, melainkan semuanya dalam Kitab yang terang." (Al An"am: 59).

Ilmu Allah SWT mahaluas, tak terjangkau dan tak terbayangkan oleh akal pikiran, tiada terbatas. Dia mengetahui apa yang sudah, sedang, dan akan terjadi serta yang mengaturnya. Manusia, malaikat, dan makhluq manapun tak akan bisa menyelami lautan ilmu Allah SWT. Bahkan untuk mengetahui ciptaan Allah saja manusia tidak akan mampu. Dalam tubuh manusia tak semuanya terjangkau oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin didalami semakin jauh pula yang harus dijangkau, semakin banyak misteri yang harus dipecahkan, seperti jaringan kerja otak manusia masih merupakan hal yang teramat rumit untuk dikaji. Belum lagi tentang astronomi, berapa banyak bintang, galaksi di langit, berapa jauhnya, bagaimana cara mencapainya, proses terjadinya, apakah ada penghuninya, dsb.

Jika kita menatap ke luar angkasa betapa kecil bumi ini bagaikan debu bahkan lebih kecil dari itu. Andaikan saja ada manusia yang menguasai planet bumi sebagai miliknya pribadi, maka di hadapan alam di ruang angkasa ini dia hanyalah memiliki debu tak berarti. Jika saja ada manusia menguasai bumi, dia hanya menguasai debu. Sementara kekuasaan, kerajaan Allah SWT tak akan tertandingi sedikitpun jua. Allah SWT menggambarkan betapa kecil dan tak berdayanya manusia bila dibandingkan dengan ilmu Allah SWT, dengan perumpamaan air laut bahkan tujuh lautan dijadikan tinta untuk menulis kalimat Allah SWT, niscaya tidak akan habis-habisnya kalimat Allah tersebut dituliskan.

"Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula."
(Al Kahfi: 109). "Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahamendengar lagi Mahamelihat." (Luqman:27).

Allah SWT telah menciptakan langit dan bumi dengan segala isi dan peristiwa yang terkandung di dalamnya merupakan fenomena yang sangat mengesankan dan menakjubkan akal serta hati sanubari manusia. Itulah alam semesta atau al kaun (universum). Simaklah firman Allah SWT berikut ini.

"Dialah Allah Yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang membentuk rupa, Yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi . Dan Dia lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."
(Al Hasyr: 24).

Hendaknya manusia senantiasa men-taddaburi ayat-ayat-Nya, baik yang qouliyah maupun kauniyah. Karena di sana terdapat lautan ilmu-Nya, serta motivasi untuk mengkaji maupun mengimplementasikannya.

"Hai jama"ah jin dan manusia jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan."
(Ar Rahman: 33).

Dengan ayat ini manusia akan mengerti jika ingin menembus langit diperlukan energi yang besar. Maka dengan segala bahan yang ada di alam ini manusia harus mampu mengkonversi energi tersebut. Masih banyak ayat Al Qur"an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan cabang-cabangnya. Allah SWT telah menciptakan alam beserta isi dan sistemnya dan juga telah mengajarkannya kepada manusia.

Dengan mencermati Al Qur"an, akan melahirkan kajian-kajian yang lebih detail tentang keberadaan ciptaan-Nya. Timbulnya ilmu pengetahuan, disebabkan kebutuhan-kebutuhan manusia yang berkemauan hidup bahagia. Dalam mencapai dan memenuhi kebutuhan hidupnya itu, manusia menggunakan akal pikirannya. Mereka menengadah ke langit, memandang alam sekitarnya dan melihat dirinya sendiri. Dalam hal ini memang telah menjadi qudrat dan iradat-Nya, bahwa manusia dapat memikirkan sesuatu kebutuhan hidupnya.

Telah tercantum dalam Al Qur"an perintah Allah SWT, "Katakanlah, perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman." (Yunus: 101). Hasil dari pemikiran manusia itu melahirkan ilmu pengetahuan dengan berbagai cabangnya. Maka ilmu pengetahuan bukanlah musuh atau lawan dari iman, melainkan sebagai wasailul hayah (sarana kehidupan) dan juga nantinya yang akan membimbing ke arah iman.

Sebagaimana kita ketahui, banyak ahli ilmu pengetahuan yang berpikir dalam, telah dipimpin oleh pengetahuannya kepada suatu pandangan, bahwa di balik alam yang nyata ini ada kekuatan yang lebih tinggi, yang mengatur dan menyusunnya, memelihara segala sesuatu dengan ukuran dan perhitungan. Herbert Spencer dalam tulisannya tentang pendidikan, menerangkan sebagai berikut, "Pengetahuan itu berlawanan dengan khurafat, tetapi tidak berlawanan dengan agama. Dalam kebanyakan ilmu alam kedapatan paham tidak bertuhan (atheisme), tetapi pengetahuan yang sehat dan mendalami kenyataan, bebas dari paham yang demikian itu. Ilmu alam tidak bertentangan dengan agama. Mempelajari ilmu itu merupakan ibadat secara diam, dan pengakuan yang membisu tentang keindahan sesuatu yang kita selidiki dan kita pelajari, dan selanjutnya pengakuan tentang kekuasaan Penciptanya. Mempelajari ilmu alam itu tasbih (memuji Tuhan) tapi bukan berupa ucapan, melainkan tasbih berupa amal dan menolong bekerja. Pengetahuan ini bukan mengatakan mustahil akan memperoleh sebab yang pertama, yaitu Allah." "Seorang ahli pengetahuan yang melihat setitik air, lalu dia mengetahuinya bahwa air itu tersusun dari oksigen dan hidrogen, dengan perbandingan tertentu, dan kalau sekiranya perbandingan itu berubah, niscaya air itu akan berubah pula menjadi sesuatu yang bukan air. Maka dengan itu ia akan meyakini kebesaran Pencipta, kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya. Sebaliknya orang yang bukan ahli dalam ilmu alam, akan melihatnya idak lebih dari setitik air."

Diposting oleh Rumah Idaman pada 06:21 pm
Silahkan isi buku tamunya Comments (2)|

Monday, July 18, 2005
Pra Munas I PKS

RANGKAIAN KEGIATAN PRA MUNAS I PKS


Sejumlah acara akan diselenggarakan dalam rangkaian acara Musyawarah Nasional Partai Keadilan Sejahtera yang insya Allah berlangsung dari Senin, 25 Juli 2005 sampai Ahad, 31 Juli 2005. Musyawarahnya sendiri akan berlangsung sejak 28-31 Juli. Musyawarah ini rencananya akan dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Rabu (27/07) malam.

Senin, 25 Juli 2005, 13.00 – 16.00 WIB
Seminar Politik
Tema: ”Meneropong Masa Depan PKS”
Tempat: Ballroom, Hotel Atlet Century Park
Pembicara:
1. Keynote Speech: KH Hilmi Aminuddin
2. Prof. James Fox ((Director, Research School of Asia Pacific, the Australian National University)
    “PKS, Demokrasi, dan Good Governance: antara sejarah dan prediksi masa depan”
3. Ir. Tifatul Sembiring (Presiden PKS)
    “Prinsip dan Visi PKS tentang Indonesia Masa Depan”
4. Jacob Utama (Pemimpin Umum, KOMPAS-Gramedia)
    “PKS di Mata Pemilih Non-Santri
5. Deny J.A. (Direktur LSI, Jakarta)
    ”Prediksi PKS Masa Depan dengan Riset”

Selasa, 26 Juli 2005, 13.00 – 16.00 WIB
Seminar Ekonomi
Tema: “PKS dan Komitmen Mempercepat Pertumbuhan Dunia Usaha di Indonesia”
Tempat: Gedung Serbaguna Gelora, Senayan
Pembicara:
1. Keynote Speech: Aburizal Bakrie (Menko Perekonomian)
2. Sugiharto (Menteri Negara BUMN Republik Indonesia)
3. Dr. M Sohibul Iman (Ketua Bidang Ekonomi dan Teknologi DPP PKS)
4. Muhammad Lutfi (Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nasional)
5. Dr. Iman Sugema (Direktur INDEF, Jakarta)

Rabu, 27 Juli 2005, 19.00 – 22.00 WIB
Pembukaan MUNAS
Tempat: Gedung Serbaguna Gelora, Senayan
Dihadiri oleh:
1. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
2. Duta Besar Negara Sahabat
3. Pejabat Negara
4. Tokoh-tokoh Nasional
5. Pemimpin Partai Politik
6. Tokoh Agama dan Masyarakat
7. Pengamat dan Peneliti Asing dan Indonesia
8. Budayawan
9. Tokoh pers
10. Kalangan LSM

Kamis, 28 Juli 2005 (Pentas Seni)
Talk Show:
- Ngobrol Bareng Artis Muslim
- Rebana Biang
- Gambus “Balasik” Jember – Jatim
- Nasyid

Jum’at, 29 Juli 2005
- Bedah Buku “Ayat-Ayat Cinta”
- Limau (API)
- Nasyid

Sabtu, 30 Juli 2005
- Wayang Kulit
- Dongeng “Agus Nuramal” PMTOH
- Puisi, Cerpen
- Nasyid

Diposting oleh Rumah Idaman pada 05:10 pm
Silahkan isi buku tamunya Comments (4)|